China Jadi Magnet Baru Turis Korea Selatan, Kunjungan Naik 36% di 2025

China Jadi Magnet Baru Turis Korea Selatan, Kunjungan Naik 36% di 2025

China Jadi Magnet Baru Turis Korea Selatan, Kunjungan Naik 36% di 2025 – Tren pariwisata Asia mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. China kini muncul sebagai magnet baru bagi wisatawan asal Korea Selatan. Berdasarkan data terbaru, jumlah turis Korea Selatan yang berkunjung ke China pada tahun 2025 mencapai sekitar 3,16 juta orang, meningkat hingga 36,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini menjadikan China sebagai salah satu destinasi dengan pertumbuhan tercepat bagi wisatawan Korea Selatan, sekaligus menandai kebangkitan sektor pariwisata regional pasca pandemi.


Faktor Pendorong Lonjakan Wisatawan Korea ke China

1. Kebijakan Bebas Visa yang Menguntungkan

Salah satu faktor utama adalah kebijakan bebas visa yang diterapkan China untuk warga Korea Selatan sejak 2024 dan diperpanjang hingga 2025. Kebijakan ini memungkinkan wisatawan tinggal hingga 30 hari tanpa visa, sehingga mempermudah perjalanan spontan.

Kemudahan ini membuat perjalanan singkat seperti weekend getaway semakin populer.

2. Kedekatan Geografis dan Biaya Terjangkau

Letak geografis yang dekat antara Korea Selatan dan China menjadikan biaya perjalanan relatif murah. Penerbangan singkat dan banyaknya rute langsung turut meningkatkan minat wisatawan.

3. Konten Digital dan Tren Vlogger

Gelombang kreator konten Korea Selatan yang membuat vlog di kota-kota China seperti Shanghai dan Shenzhen ikut mempromosikan destinasi tersebut secara masif. Fenomena ini bahkan disebut sebagai “Korean vlogger influx”.

Media sosial menjadi katalis kuat dalam menarik wisatawan muda.

4. Hubungan Diplomatik yang Membaik

Membaiknya hubungan bilateral antara China dan Korea Selatan juga berkontribusi terhadap meningkatnya pertukaran wisatawan. Kebijakan saling mempermudah akses perjalanan mempercepat pertumbuhan sektor ini.


Destinasi Favorit Turis Korea Selatan di China

Beberapa kota besar di China menjadi tujuan utama wisatawan Korea Selatan, antara lain:

  • Shanghai – pusat belanja dan gaya hidup modern
  • Beijing – wisata sejarah dan budaya
  • Shenzhen – kota teknologi dengan daya tarik urban
  • Qingdao & Weihai – destinasi pantai yang dekat dengan Korea

Selain kota besar, wisatawan juga mulai mengeksplorasi kota pelabuhan dan destinasi alternatif yang lebih santai.


Dampak Lonjakan Turis terhadap Industri Pariwisata

Peningkatan kunjungan ini membawa dampak besar, antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor hotel, kuliner, dan transportasi
  • Ekspansi brand China di Korea Selatan, terutama makanan dan minuman
  • Peningkatan konektivitas penerbangan antara kedua negara

Bahkan, tren ini disebut sebagai bagian dari “weekend living circle”, di mana masyarakat kedua negara saling bepergian secara rutin untuk liburan singkat.


Perbandingan dengan Destinasi Lain di Asia

Menariknya, peningkatan kunjungan ke China terjadi di tengah perubahan preferensi wisatawan Korea Selatan. Beberapa destinasi lain di Asia mengalami fluktuasi, sehingga China berhasil mengambil posisi sebagai tujuan utama baru.

Dengan pertumbuhan hampir 37%, China mencatatkan performa lebih tinggi dibanding banyak negara lain dalam menarik wisatawan Korea Selatan.


Prospek Pariwisata China ke Depan

Melihat tren saat ini, China diprediksi akan terus menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan Korea Selatan. Beberapa faktor yang akan mendukung pertumbuhan ini antara lain:

  • Perpanjangan kebijakan bebas visa
  • Promosi digital yang semakin agresif
  • Pengembangan destinasi wisata baru
  • Infrastruktur transportasi yang semakin modern

Jika tren ini berlanjut, hubungan pariwisata antara kedua negara akan semakin kuat dan berkelanjutan.


Kesimpulan

China kini berhasil memposisikan diri sebagai magnet baru bagi wisatawan Korea Selatan dengan pertumbuhan kunjungan mencapai 36%. Kombinasi kebijakan visa, tren digital, serta kedekatan geografis menjadi faktor utama pendorong lonjakan ini.

Dengan potensi yang masih besar, China diperkirakan akan terus mendominasi pasar wisata regional Asia dalam beberapa tahun ke depan.